Jumat, 13 Februari 2015

Macam - Macam Najis


 Najis terbagi atas beberapa tingkatan dari mulai yang ringan sampei yg berat.

1. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan)
Yg termasuk najis ringan ini a/ air seni atau air kencing bayi laki-laki yang hanya diberi minum asi (air susu ibu) tanpa makanan lain n belum berumur 2 tahun. Untuk mensucikan najis mukhafafah ini cukup dgn memercikkan air bersih pd bagian yg kena najis.
2. Najis Mutawassithah (Najis Biasa/Sedang)
Segala sesuatu yg keluar dari kubul(depa) dan dubur(blkng) manusia dan binatang/hewan adalah najis biasa dengan tingkatan sedang. Air kencing, kotoran buang air besar dan air mani/sperma adalah najis, termasuk bangkai (kecuali bangke orang, ikan dan belalang), air susu hewan haram, khamar, dan lain sebagainya.
Najis Mutawasitah terdiri atas dua bagian, yakni :
- Najis 'Ainiyah : Jelas terlihat rupa, rasa atau tercium baunya.
- Najis Hukmiyah : Tidak tampat (bekas kencing & miras)
Untuk membuat suci najis mutawasithah 'ainiyah caranya dengan dibasuh 1 s/d 3 dengan air bersih hingga hilang benar najisnya. Sengankan untuk najis hukmiyah dapat kembali suci dan hilang najisnya dengan jalan dialirkan air di tempat yang kena najis.

Selasa, 10 Februari 2015

Matematika Dalam Al Qur’an


Matematika adalah bahasa universalIlmu Pengetahuan. Ilmuwan Jepang bias berkomunikasi dengan Ilmuwan Jerman dengan matematika, tidak perlu pakai Bahasa Inggris. Matematika juga adalah “bahasa Tuhan” dalam menciptakan Alam semesta. Dan mempelajari matematika dalam Al Qur’an itu sangat  menarik, terutama saat mengupas angka demi angka yang terdapat pada kitab umat Muslim ini.
Dalam QS. Jin ayat 28 dijelaskan:
“ Tuhan menciptakan sesuatu dengan hitungan telit.”
            Sementara itu, Ilmuwan Gaileo dalam salah satu ungkapannya menyatakan, “Matematika adalah bahasa Tuhan ketika Dia menulis Alam semesta.”
            Ayat dan pernyataan itu, membuat kita ingin mencari tahu lebih dalam tentang Matematika dalam Al Qur’an. Karena dalam QS. Az –Zumar ayat 9 dijelaskan: “…… Adalah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Puisi


Puisi dapat didefinisikan sebagai jenis bahasa yang menyampaikan pesannya dengan kata-kata yang lebih padat maknanya dari pada bahasa biasa.
Lazimnya dipakai untuk mengomunikasikan informasi atau dapat dikatakan sebagai bahasa praktis. Sebaiknya, puisi sebagai suatu karya sastra bukan mengomunikasikan informasi, melainkan cipta sastra membawakan semacam rasa persepsi tentang kehidupan. Tujuannya untuk memperluas dan mempertajam kontak-kontak kita dengan pengalaman. Puisi diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin supaya hidup lebih bermakna. Perbuatannya-pun dengan kesadaran penuh ingin mengetahui pengalaman orang lain lagipengalamn kita sendiri. Puisi dibangun egan unsur-unsur berikut: