Puisi dapat
didefinisikan sebagai jenis bahasa yang menyampaikan pesannya dengan kata-kata
yang lebih padat maknanya dari pada bahasa biasa.
Lazimnya
dipakai untuk mengomunikasikan informasi atau dapat dikatakan sebagai bahasa
praktis. Sebaiknya, puisi sebagai suatu karya sastra bukan mengomunikasikan
informasi, melainkan cipta sastra membawakan semacam rasa persepsi tentang
kehidupan. Tujuannya untuk memperluas dan mempertajam kontak-kontak kita dengan
pengalaman. Puisi diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin supaya hidup lebih
bermakna. Perbuatannya-pun dengan kesadaran penuh ingin mengetahui pengalaman
orang lain lagipengalamn kita sendiri. Puisi dibangun egan unsur-unsur berikut:
a. Tema
Tema merupakan sesuatu yang menjadi pokok permasalahan bagi penyair.
Untuk memahami tema sebuah puisi kita hendaknya membaca puisi tersebut
berulang-ulang. Kita juga harus memperhatikan dan menjelajahi makna kata yang
terkandung dalam puisi tersebut. Tidak cukup tidak hanya mendapatkan makna
tugas yang tesurat dalam puisi. Kitapun mesti memahami makna yang tersirat.
Kedua makna kata itu merupakan pintu masuk memahami makna utuh sebuah puisi.
Pengungkapan dalam puisi yang acuan maknanya bersifat indrawi disebut citraan.
Citraan perlu juga dipahami dalm rangka memaknai puisi secara menyeluruh. Ada
beberapa citraan yang digunakan para penyair. Berdasarkan pencitraan indranya
terhadap objek berikut ini jenis citraan dan contohnya dalam puisi.
1. Citraan perasa
Betapa dinginnya air
sungai
Dinginnya! Dinginnya!
2.
Citraan visual
Hai, anak!
Jangan bersandar pula
dipohon
3.
Citraan gerak
Diluar angin
berputar-putar
Sianak meraba punggung
dan pantatnya
Pukulan si Bapak
timbulkan sendam
4.
Citraan pendengaran
Sebuah bel kecil
tergantun dijendela
Di bulan Juni
Berkeliling sepi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar