Selasa, 10 Februari 2015

Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Puisi


Puisi dapat didefinisikan sebagai jenis bahasa yang menyampaikan pesannya dengan kata-kata yang lebih padat maknanya dari pada bahasa biasa.
Lazimnya dipakai untuk mengomunikasikan informasi atau dapat dikatakan sebagai bahasa praktis. Sebaiknya, puisi sebagai suatu karya sastra bukan mengomunikasikan informasi, melainkan cipta sastra membawakan semacam rasa persepsi tentang kehidupan. Tujuannya untuk memperluas dan mempertajam kontak-kontak kita dengan pengalaman. Puisi diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin supaya hidup lebih bermakna. Perbuatannya-pun dengan kesadaran penuh ingin mengetahui pengalaman orang lain lagipengalamn kita sendiri. Puisi dibangun egan unsur-unsur berikut:

a.   Tema
Tema merupakan sesuatu yang menjadi pokok permasalahan bagi penyair. Untuk memahami tema sebuah puisi kita hendaknya membaca puisi tersebut berulang-ulang. Kita juga harus memperhatikan dan menjelajahi makna kata yang terkandung dalam puisi tersebut. Tidak cukup tidak hanya mendapatkan makna tugas yang tesurat dalam puisi. Kitapun mesti memahami makna yang tersirat. Kedua makna kata itu merupakan pintu masuk memahami makna utuh sebuah puisi. Pengungkapan dalam puisi yang acuan maknanya bersifat indrawi disebut citraan. Citraan perlu juga dipahami dalm rangka memaknai puisi secara menyeluruh. Ada beberapa citraan yang digunakan para penyair. Berdasarkan pencitraan indranya terhadap objek berikut ini jenis citraan dan contohnya dalam puisi.
1.   Citraan perasa
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
2.   Citraan visual
Hai, anak!
Jangan bersandar pula dipohon
3.   Citraan gerak
Diluar angin berputar-putar
Sianak meraba punggung dan pantatnya
Pukulan si Bapak timbulkan sendam
4.   Citraan pendengaran
Sebuah bel kecil tergantun dijendela
Di bulan Juni

Berkeliling sepi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar